Mari melakukan banyak perjalanan.
Kemudian kita menjadi semakin saling jatuh cinta di dalamnya.
Mari menulis banyak sejarah.
Kelak akan kita ceritakan di masa tua.
Tuesday, 13 January 2015
Sunday, 11 January 2015
Satu alasan.
"Teman-temanmu adalah temanku juga. Kenalkan padaku. Kita bisa bermain bersama. Dan teman-temanku, akan menjadi temanmu juga."
Sunday, 28 September 2014
Sudah, jangan takut!
Jangan pernah takut kau tak mampu membahagiakan aku kelak saat kita bersama. Dengan membayangkan bahwa aku akan tumbuh bersamamu saja sudah sangat menyenangkan.
Kita bisa pergi kemanapun sesuka kita. Kau dan aku sama-sama menggilai travelling kan?
Pasti tak susah untuk mencari kebahagiaan pada dirimu.
Kita bisa pergi kemanapun sesuka kita. Kau dan aku sama-sama menggilai travelling kan?
Pasti tak susah untuk mencari kebahagiaan pada dirimu.
Masih lama kah di luar?
Jadi, sudah berapa ribu langkah yang kamu buat saat berada jauh dariku?
Dan apa saja yang kamu lakukan di sana?
Aku menghitung waktu navigasimu ternyata lama sekali, Tuan. Padahal aku sudah sejak dulu di depan pintu menunggu kepulanganmu.
Dan apa saja yang kamu lakukan di sana?
Aku menghitung waktu navigasimu ternyata lama sekali, Tuan. Padahal aku sudah sejak dulu di depan pintu menunggu kepulanganmu.
Saturday, 27 September 2014
Tuan.
Pada ruang sajakku, aku menemukanmu terjaga dalam rabunku.
Lantas pada bentang pandangku, aku melihat bulan karam di matamu.
Saat kau hentakkan kaki pun tak pernah kau temui dasar.
Rindu ini menumpuk, semakin menebal, menggagas kebekuanmu, Tuan.
--
Lantas pada bentang pandangku, aku melihat bulan karam di matamu.
Saat kau hentakkan kaki pun tak pernah kau temui dasar.
Rindu ini menumpuk, semakin menebal, menggagas kebekuanmu, Tuan.
--
Dibangunkan rindu.
Lagi-lagi rindu ini membangunkanku.
Membawa pada ibadah panjang.
Megamu sungguh menyihir, Tuan.
Membuat mata basah demi segala rasa yang menengadah.
Membawa pada ibadah panjang.
Megamu sungguh menyihir, Tuan.
Membuat mata basah demi segala rasa yang menengadah.
Menulislah.
Menulislah seperti kau sedang candu. Barangkali yang tak sempat terlisankan itu bisa tersampaikan dengan lebih baik melalui huruf-hurufmu.
Menulislah sekalipun kau dikata penakut untuk berucap. Karena kau lebih memilih menghormati jarak daripada melanggar aturan Tuhan.
Menulislah jika itu mampu membuatmu bahagia dalam kebekuan yang menggigit. Tulisan mampu menyatukan emosimu. Membuatmu riang bercakap dengannya dalam deretan kata. Meskipun nyatanya kalian sama-sama membisu. Atau kamu mungkin yang terlalu perasa?
Dan aku tau juga; Menulislah meskipun tak pernah dibaca olehnya.
Menulislah sekalipun kau dikata penakut untuk berucap. Karena kau lebih memilih menghormati jarak daripada melanggar aturan Tuhan.
Menulislah jika itu mampu membuatmu bahagia dalam kebekuan yang menggigit. Tulisan mampu menyatukan emosimu. Membuatmu riang bercakap dengannya dalam deretan kata. Meskipun nyatanya kalian sama-sama membisu. Atau kamu mungkin yang terlalu perasa?
Dan aku tau juga; Menulislah meskipun tak pernah dibaca olehnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)