Mulai Senja
Hiruk pikuk semakin sibuk saja
Diingatkan jika sebentar lagi waktu menjeda
Tingkah mendadak tergesa
Hari akan habis segera
Namun ada yang begitu cinta senja
Menggilai meski hanya duduk sendiri menantang waktu padanya
Menunggu seolah sudah tak ada lagi jumpa
Senja itu sejenak sementara dia sudah labuhkan semua asa
Senja menuntun orang pulang ke rumah
Senja menutup perpisahan yang sudah lama
Meski berjauhan hanya sebatas hitungan pagi
Senja yang akhirnya menawan jutaan kerinduan dalam satu cawan
Dan senja itu adalah kamu
Dengan berbagai definisi pada tiap frasanya
Juga pada banyak pagi yang sudah lalu
Kini kamu sudah mulai senja
Maka jadilah senja yang hebat
Pendidik hati menjadi lebih kuat
Di sana nanti kau temui yang mengikat
Yang mengantarkanmu jika bertahun ke depan malammu sudah tiba
Jadilah senja yang tak hanya sayu
Datang untuk semu
Hanya mewarna abu
Yang meninggalkan dan hanya senang ditunggu
Senja itu meneduhkan
Dan pada kegundahan
Jadilah yang meredakan
(Malang, 19 September 2014)
"Selamat ulang tahun. Terima kasih sudah mau menunggu bertahun-tahun ini. Saya sudah pulang lagi. :')"
Thursday, 25 September 2014
Sajak "Kau Harus Tahu" oleh Tere Liye
Langit dan bumi tidak pernah menyatu,
tapi ketika hujan, mereka bisa bersatu erat saling bercengkrama begitu indah atas setiap tetesnya.
Amat mesrah saling menyapa.
Kau harus tahu
Lautan dan matahari tidak pernah menyatu,
tapi ketika sunset, matahari tenggelam dikaki langit sana, maka garis horizon laut memeluk erat sang matahari.
Untuk besok berjanji kembali akan bersua.
Di sini, di tempat yang sama, di waktu terjanjikan.
Kau harus tau
Bulan dan permukaan kolam jauh saja letaknya tapi saat purnama, tataplah permukaan kolam yang tenang.
Maka bulan persis berada di dalam relung hatinya.
Memantulkan bayangan begitu anggun, kebersamaan singkat yang mempesona.
Maka,
Apalagi kita?
Manusia yang tinggal di tanah yang sama.
Kisah cinta kita bisa begitu spesial.
Di tangan orang-orang yang bersabar dan senantiasa tahu batasnya.
Sungguh percayalah..
tapi ketika hujan, mereka bisa bersatu erat saling bercengkrama begitu indah atas setiap tetesnya.
Amat mesrah saling menyapa.
Kau harus tahu
Lautan dan matahari tidak pernah menyatu,
tapi ketika sunset, matahari tenggelam dikaki langit sana, maka garis horizon laut memeluk erat sang matahari.
Untuk besok berjanji kembali akan bersua.
Di sini, di tempat yang sama, di waktu terjanjikan.
Kau harus tau
Bulan dan permukaan kolam jauh saja letaknya tapi saat purnama, tataplah permukaan kolam yang tenang.
Maka bulan persis berada di dalam relung hatinya.
Memantulkan bayangan begitu anggun, kebersamaan singkat yang mempesona.
Maka,
Apalagi kita?
Manusia yang tinggal di tanah yang sama.
Kisah cinta kita bisa begitu spesial.
Di tangan orang-orang yang bersabar dan senantiasa tahu batasnya.
Sungguh percayalah..
Tuesday, 19 August 2014
Jika Nanti Saya Kalah.
Hari ini saya tersentak dengan satu hal yang tiba-tiba membuat saya menangis. Bukan hal yang besar. Namun, hanya karena satu tulisan saja. Entah kenapa saya sampai setakut ini. Mungkin saya takut kehilangan. Iya, sangat takut kehilangan. Pun pada sesuatu yang belum menjadi milik saya.
Wednesday, 29 February 2012
"Minoritas yg Kau Tau...."
Sudah berapa lama aku konstan pada satu nafas? Merindukanmu tanpa mati. Merindukanmu dalam satu tahun sembilan bulanku.
Tak mudah menjadi aku. Saat setiap malam, mata kerap kali basah. Terlalu lama terjaga, berharap kau sosok yang begitu dermawan, mau meluangkan waktumu sejenak dari berbagai kesibukan. Kemudian kau baca dengan cermat, betapa keras aku menginginkanmu memelukku dalam beku.
Tak mudah menjadi aku. Saat setiap malam, mata kerap kali basah. Terlalu lama terjaga, berharap kau sosok yang begitu dermawan, mau meluangkan waktumu sejenak dari berbagai kesibukan. Kemudian kau baca dengan cermat, betapa keras aku menginginkanmu memelukku dalam beku.
Thursday, 2 February 2012
Wednesday, 25 January 2012
Tentang waktu dan usia kita :')
Sekarang umurmu sudah hampir dua puluh dua tahun ya? Kita terpaut lima tahun. Dan aku pun juga dua bulan lagi baru genap tujuh belas tahun.
Saturday, 21 January 2012
"Lelahnya Menunggu Hal yang Semi-Nyata"
Sepertinya aku memang bukan tipe orang yang ahli dalam menunggu sesuatu yang semi-nyata. Melelahkan saat kita terlalu indah berkhayal, tapi lagi lagi kenyataan yang ada malah menciptakan sebuah kepesimisan. Aku yang biasanya bercerita tentang resahnya aku, malah sering diremehkan orang, betapa cengengnya hatiku.
Subscribe to:
Posts (Atom)